≡ Menu

Cara Sukses Berjualan Ala China

china

Maaf sebelumnya ya buat yang merasa kurang sreg dengan judul artikel ini 😀 tapi jujur artikel ini tidak mengandung rasis tapi justru akan memberikan nilai tambah untuk anda semua pembacanya. Tapi kenapa pake kata China? so what’s wrong with that word?

China

chinaChina/Tiongkok bisa dikatakan sebagai etnis yang ada di mana-mana. Di semua benua pasti ada China dan itulah salah satu kelebihan orang beretnis China. Bahkan ada pepatah terkenal mengatakan “tuntulah ilmu walau sampai ke negeri China” ada apa dengan China?

Saya tidak akan membahas lebih dalam tentang China tapi saya akan bercerita sedikit tentang kehidupan orang China karena istri saya ber-etnis China dengan marga Liem bapaknya China, Ibunya China so kakak, adik, paman, bibi, om, tante nya semua China karena itu saya sedikit tahu tentang China + waktu saya kecil pun saya kerap berhubungan bisnis dengan China.

China di mata saya adalah (walau tidak semuanya) orang yang gigih, pekerja keras, bermental kuat, memiliki kemauan yang kuat, banyak akal, mempunyai rasa ikatan persaudaraan yang kuat, berani mengambil resiko (berspekulasi) dan lain sebagainya yang mana kesemuanya itu adalah modal dasar untuk membentuk pribadi seorang pengusaha.

Didalam tradisi keluarga China orang yang memiliki bisnis sendiri lebih dihargai dibandingkan mereka yang bekerja sebagai karyawan so that’s why jarang sekali kita melihat ada orang China yg mau jadi karyawan perusahaan selama bertahun-tahun dengan gaji yg pas-pasan (ora nrimo).

Dalam berbisnis (baca= berdagang) orang China cendrung sangat berani sekali mengambil resiko. Jika mereka sudah yakin terhadap prospek sebuah peluang mereka akan melakukan apa saja untuk dapat menguasainya walaupun resikonya besar. Dan berikut ini beberapa hal yg saya ketahui dan pelajari tentang cara mereka berjualan.

Teknik Dagang China Pertama: Beli 1 Cash Kasih 1 Hutang

Dahulu kala waktu saya masih remaja saya sering belanja di toko China (sebutannya waktu itu adalah “toke” 😀 ). Saya berbelanja untuk kebutuhan toko agen sembako saya dirumah.

Ada yang unik disini, setiap kali saya belanja (belanja saya pada waktu itu terbilang cukup besar yakni bisa mencapai Rp300.000 untuk sekali belanja sebuah nilai yang cukup besar untuk tahun 80 an) toke selalu memberikan barang tambahan untuk saya bawa pulang. Misalnya kalau saya beli 1 dus rokok (1 dus isi 12 bungkus) tapi si toke kasih 2 dus dengan catatan yg 1 dus itu hutang.

Bagi orang awam jelas itu adalah sebuah resiko tapi tidak bagi China karena dengan melakukan itu walaupun resikonya besar mereka melihat ada potensi besar disini karena nominal belanja yg saya belanjakan terbilang cukup besar pada waktu.

Apa yang mereka lakukan adalah ingin “mengikat” konsumennya agar tidak berpaling ke toke lainnya.

Teknik Dagang China Kedua: Jual Apa Yang Mau di Beli Konsumen

china-smartphones-300x205Kemudian yang kedua adalah “Jual Apa Yang Mau di Beli Konsumen” bukan “Jual Apa Yang kira-kira mau di beli konsumen”.

Ini ada hubungannya dengan improvisasi dan benar sekali makna yang terkandung didalam ucapan tersebut yakni “Jual Apa Yang Mau di Beli Konsumen”.

Dalam pengaplikasiannya bisa saya gambarkan sebagai berikut:

Saat ini para calon konsumen ingin  membeli smartphone seharga Rp 1jt tapi dengan spesifikasi sbb:

  1. OS Android Terbaru
  2. Ram 4 GB
  3. Dual kamera: 64 Mgpx belakang + 32 Mgpx depan
  4. Storage 100 GB
  5. Screen anti gores
  6. Tampilan/design mirip Samsung Note 3
  7. bla bla bla

Bila hari ini ada orang China yg menangkap keinginan konsumen tersebut maka saya jamin esok harinya konsumen sudah bisa membeli smartphone sesuai dengan keinginannya.

Teknik Dagang China Ketiga: Ching Li Fa

business-tourist-etiquette

Orang China mengaplikasikan Ching Li Fa tapi orang Eropa justru membaliknya menjadi Fa Li Ching. Apa lagi ini?

“Ching Li Fa” bisa bermakna “Makan dulu baru kita ngomongin bisnis” sedangkan “Fa Li Ching” memiliki makna kebalikannya yaitu “Ngomongin bisnis dulu baru kita makan” that’s the reason why most of pedagang China lebih sukses dibandingkan pedagang Eropa terutama pada saat bernegosiasi.

Ching Li Fa banyak diaplikasikan pada saat para pengusaha China ingin melakukan negosiasi bisnis. Sebelum mereka bicara bisnis mereka akan makan-makan dulu tujuannya adalah ….. anda tentu sudah tahu kan apa artinya!

Nah cukup sampai disini dulu informasi ini saya tuliskan mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi anda yang mungkin belum tahu….

Comments on this entry are closed.