‚Č° Menu

Mau Sukses Berbisnis? Kurangi Spontanitas Anda!

Memberikan Bonus Kepada Pelanggan

Spontan bisa berupa perkatan ataupun perbuatan yang terjadi atau dilakuan tanpa perencanaan. Orang yang kerap melakukan spontanitas cendrung sering menyesal pada akhirnya. Pun demikian didalam berbisnis, menurut sebuah buku yang pernah saya baca di tahun 1996 “50 Rahasia Orang-orang Sukses” sang penulis yang cukup terkenal itu menempatkan spontanitas sebagai salah satu bagian dari rahasia orang-orang sukses.

Didalam buku tersebut sangat disarankan kepada kita yang tengah bernegosiasi bisnis untuk tidak melakukan hal-hal yang sifatnya spontan (tanpa perencanaan) karena akibatnya bisa sangat fatal. Karenanya selalulah untuk berpikir dan menimbang paling sedikit 10 – 15 detik sebelum memutuskan sesuatu masalah yang rumit dan malah sangat disarankan untuk menundanya hingga beberapa waktu.

“Don’t Ever Say NO!”

Perhatikan pertanyaan yang dijawab dengan spontan pada ilustrasi dibawah ini yang mungkin terjadi bila anda memiliki usaha jasa travel.

Calon Konsumen: “Pak, bisakah saya mengganti ikan bakar dengan ayam bakar karena saya tidak suka makan ikan?”

Jasa Travel menjawab spontan: “Maaf tidak bisa!”

Calon Konsumen: “Pak bisakah saya mendapatkan penginapan yang didekat laut?”

Jasa Travel menjawab spontan: “Maaf tidak bisa!”

Calon Konsumen: “Pak bisakah saya mendapatkan discount?”

Jasa Travel menjawab spontan: “Maaf tidak bisa!”

Calon Konsumen: “Baik pak terima kasih atas jawabannya….”

All answer is NO! sialnya kata NO itu katakan dengan spontan! yang mana didalam dunia marketing sangat tabu untuk mengatakan NO dengan spontan tanpa memikirkan dan menimbang aspek positif lainnya.

Harusnya sebelum mengatakan “Maaf tidak bisa!” si jasa travel itu harus menanyakan beberapa hal misalnya:

  1. Berapa jumlah peserta wisata?
  2. Berapa orang yang tidak makan ikan?

Bila ternyata si calon konsumen berencana pergi wisata dengan jumlah 100 orang peserta wisata maka bukan hal mustahil dirinya tidak akan menggunakan jasa travel tersebut cuma gara-gara jawaban spontan itu. Dan berapa rupiah yang harusnya menjadi revenue bisa kandas?

Tahukah anda kadang special request (permintaan khusus) dari calon konsumen yang mampu kita penuhi bisa menjadi keuntungan yang berlipat-lipat dikemudian hari.

“Don’t Ever Say NO!” But… “Say Yes But No!”

Ini point yang kedua dan inipun disebut dengan teknik bernegosiasi, say yes but no (katakan ya tapi tidak), trik ini bisa kita gunakan sebagai “senjata pamungkas” dalam bernegosiasi bisnis.

Mengambil contoh kasus tanya jawab diatas bila kita mengaplikasikan teknik “say yes but no” maka akan memberikan sedikit keuntungan buat anda misalnya.

Calon Konsumen: “Pak, bisakah saya mengganti ikan bakar dengan ayam bakar karena saya tidak suka makan ikan?”

Jasa Travel menjawab: “Bisa pak tapi bla bla bla… ”

Calon Konsumen: “Pak bisakah saya mendapatkan penginapan yang didekat laut?”

Jasa Travel menjawab: “Bisa pak tapi bla bla bla… ”

dan seterusnya….

Bila negosiasi menemukan jalan buntu tidak ada kata sepakat maka jalan terakhir yang harus anda ambil adalah dengan meminta waktu beberapa  saat untuk mengkalkulasikan kembali berapa cost dan berapa revenue (menghitung untung rugi) bila terjadi deal. Tapi yang harus anda ingat adalah bahwa revenue atau keuntungan tidak selalu berupa materi tapi bisa berbentuk bermacam-macam hal seperti misalnya: loyalitas konsumen atau citra positif perusahaan yang anda kelola

That’s it!

Comments on this entry are closed.